Cari Blog Ini

Selasa, 21 Juni 2011

DENDAM PAMAN SAM

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) mengusung dendam saat ditantang Panama pada semifinal Piala Emas CONCACAF 2011 di Reliant Stadium, Houston, Rabu (22/6). AS dan Panama bertemu setelah mengalahkan lawan masing-masing di perempat final, Minggu (19/6).


AS menyingkirkan Jamaika lewat keunggulan 2-0 di Robert F Kennedy Memorial Stadium,Washington.Dua gol dicetak Jermain Jones pada menit ke-49 dan Clint Dempsey (80).Dalam duel itu, Pelatih AS Bob Bradley mengambil langkah mengejutkan. Pelatih berusia 53 tahun tersebut membangkucadangkan pemain pilarnya,Landon Donovan.

Penyerang Los Angeles Galaxy itu tidak dimainkan karena indisipliner,setelah tidak langsung bergabung dengan tim seusai datang ke pernikahan adiknya, Sabtu (18/6). Donovan baru bergabung pada hari jelang pertandingan.Posisinya digantikan Sacha Kljestan. Bradley membandingkan sikap Donovan dengan Dempsey yang punya semangat membela negara.

Dempsey juga menghadiri pernikahan pada hari yang sama.Namun,dia langsung bergabung dengan tim. Keputusan Bradley tak salah. The Uncle Sam’s Armypun sukses memulangkan Jamaika. Namun,tidak mudah bagi AS memetik kemenangan.The Uncle Sam’s Army harus kerja keras,bahkan sempat kerepotan pada menit-menit awal.

Beruntung kiper Tim Howard menunjukkan penampilan gemilang.Penjaga gawang Everton itu melakukan penyelamatan gemilang atas upaya Ryan Johnson. AS mendapat keuntungan setelah Jermain Taylor diusir wasit pada menit ke- 67 akibat pelanggaran keras terhadap Jones.

AS memanfaatkan celah ini untuk menambah gol dan memastikan langkah The Reggae Boyz—julukan timnas Jamaika—terhenti. “Saya pikir tim bermain bagus hari ini,” kata Bradley dikutip Reuters.”Butuh beberapa saat untuk mendapatkan gol kedua. Tapi,jelas kami membangun permainan hari ini.Saya pikir Dempsey dkk melakukan pekerjaan yang sangat baik,”katanya.

AS sudah enam kali berturut-turut lolos ke semifinal turnamen yang diikuti federasi negara-negara Amerika Utara,Amerika Tengah,dan Karibia itu.Kini,lawan yang dihadapi AS adalah Panama yang melaju seusai mengalahkan El Salvador lewat laga dramatis di Robert F Kennedy Memorial Stadium.Panama menang lewat adu penalti setelah babak tambahan waktu skor akhir tetap 1-1.

Gol Panama dicetak Luis Tejada pada menit ke-89,sedangkan gol El Salvador dikemas Rodolfo Zelaya pada menit ke-78 dari titik penalti. Pada drama adu penalti,lima algojo Panama sukses mengeksekusi tendangan menjadi gol,yakni Nelson Barahona,Luis Renteria,Anibal Godoy,Amilcar Henriquez,dan Luis Tejada.

Sementara algojo El Salvador Dennis Alas gagal menembus gawang Panama.Hanya Osael Romero,Rodolfo Zelaya,dan Andres Flores berhasil mencetak gol sehingga kedudukan 5-3 untuk kemenangan Panama. Pertemuan AS versus Panama di semifinal merupakan pengulangan laga final 2005.

Saat itu Uncle Sam’s Army menang melalui adu penalti 3-1 setelah kedudukan bertahan 0-0 setelah tambahan waktu.Namun,musim ini Panama bisa mengalahkan AS 2-1 di penyisihan Grup C.Itu sebabnya,AS mengusung dendam pada pertemuan kedua. “Saya tak tahu siapa yang akan memenangkan laga nanti,”kata Sacha Kljestan kepada MLSsoccer.com.

“Saya tak peduli.Yang kami harapkan kami semakin tangguh sepanjang turnamen berjalan,” imbuhnya. Pelatih Panama Julio Dely Valdes menyatakan kewaspadaannya bertemu AS di semifinal.Menurut dia,Uncle Sam’s Army yang akan dihadapi bukan tim yang mereka kalahkan di penyisihan grup.“Kami tidak akan bertemu tim AS yang sama.Mereka telah berkembang,”sebutnya. ● raikhul amar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar