Penyuka olahraga ekstrem seperti arung jeram hukumnya wajib mencoba tantangan Sungai Citarik di Sukabumi. PT Lintas Jeram Nusantara yang mengelola Arus Liar adalah pilihan tepat untuk menaklukkan tantangan ini.
Lody Korua,pemilik Arus Liar,mengakui arung jeram adalah permainan paling favorit yang dipilih penyuka olahraga tantangan. Meskipun,perusahaan ini juga menyediakan arena paintball,off road,hingga familly camp.’’Di sini pengunjung lebih banyak bermain arung jeram.Mungkin semua orang sudah tahu bahwa daerah Citarik merupakan tempat rekreasi untuk berarung jeram,”ujar Lody.
Selain permainan itu,Arus Liar juga memiliki wahana untuk corporate outdoor training dan kini menambah beberapa permainan, seperti cycling,kayaking,meeting package. Pada arung jeram Arus Liar,tak hanya diminati penyuka olahraga,tapi juga wisatawan domestik serta mancanegara.Lokasi daerah arung jeram itu adalah Sungai Citatih di Citarik yang letaknya sekitar 30 km ke selatan Sukabumi dan tak jauh dari pusat kota Pelabuhan Ratu.
Lody menceritakan bagaimana awal pemilihan Sungai Citarik sebagai arena untuk arung jeram perusahaan.Semula berawal dari survei ekspedisi internasional Adventure Specialist pada belasan sungai yang ada di Jawa Barat (Jabar) akhir ’80-an. Lalu,tim survei ini memilih dan merekomendasikan Sungai Citarik sebagai sungai yang layak menjadi arena arung jeram.
Sungai yang berhulu di Taman Nasional Gunung Halimun dan bermuara ke Laut Selatan Pelabuhan Ratu ini terpilih karena berbagai alasan.Selain menarik untuk tantangan olahraga ekstrem,sungai ini bersih dari polusi. Menikmati sensasi petualangan arung jeram di Sungai Citarik bersama operator Arus Liar menjadi pengalaman yang mengesankan.
Dipandu operator berpengalaman dan beberapa di antaranya atlet rafting nasional, tentu kesempatan langka. Apalagi,bagi peminat sebelum melakoni arung jeram,mendapat ’’tantangan’’ menaklukkan sungai ini.’’Arung jeram memiliki berbagai jarak dari 5 km,9 km,13 km, hingga 17 km.Semuanya berangkat dari Sungai Citarik dan paling terjauh adalah sampai di Desa Cikadu,Pelabuhan Ratu.
Tantangan sangat luar biasa,terutama bagi yang sekadar ingin melepas penat,”lanjut pria kelahiran Surabaya tersebut. Arus air di Sungai Citarik tak selalu normal, kondisi ini menjadi tantangan bagi peminat. Air yang cukup tenang dan datar biasanya dibumbui derasnya arus plus bebatuan yang bisa menghalangi perahu karet yang ditumpangi para peminat arung jeram.
Bagi peminat yang baru pertama kali merasakan tantangan arung jeram,kekhawatiran berlebih tak terasa.Operator andal dari Arus Liar mampu membuat suasana olahraga ini terasa beda dengan gaya mereka memberikan arahan. Dari kantor Arus Liar menuju lokasi start ataupun saat kembali dari tempat finis juga memiliki tantangan.
Sebab,para peminat harus menempuh perjalanan yang cukup menantang dengan jalan yang cukup berkelok-kelok. Di atas truk pengangkut,para peminat dari Arus Liar pun bisa menikmati indahnya pedesaan yang masih alami.Cerita soal arung jeram pun tak hanya dimulai saat tantangan di sungai, tapi juga di jalanannya.
” Selain arung jeram,para wisatawan juga banyak bermain outbond dan berkemah di sekitar Arus Liar. Biasanya yang berkemah di sini merupakan anak-anak kampus atau organisasi-organisasi pencinta alam,” tandas Lody. ● raikhul amar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar